Connect with us

Foods

Tips Menyimpan Makanan Olahan Agar Tahan Lebih Lama

Berikut beberapa tips untuk menyimpan makanan olahan cepat saji agar bisa tahan lebih lama!

Jessica Hallawa

Published

cepat saji
insuara.com

Anda tentu tidak jarang berbelanja banyak bahan makanan guna menghindari pergi ke luar rumah pada masa pandemi seperti ini. Jenis makanan paling umum dibeli tidak lain ialah makanan olahan. Makanan ini telah melalui serangkaian proses tertentu baik itu pengemasan, pengeringan hingga pembekuan. Untuk itu Anda harus memperhatikan tips menyimpan makanan olahan dengan cermat.

Ini penting mengingat bahwa makanan olahan memiliki ketahanan yang tidak cukup lama. Makanan olahan lebih gampang membusuk ketimbang jenis makanan lainnya. Contoh dari jenis makanan ini di antaranya yoghurt, sayuran beku, saus tomat, kacang kalengan, asinan, sereal hingga selai kacang. Cermatilah kiat-kiat menyimpan makanan tersebut agar tetap awet. 

Tips Menyimpan Makanan Olahan

Jangan mengemas makanan dalam porsi besar

Penting Anda ketahui bahwa saat menyimpan makanan olahan sebaiknya hindari mengemas dalam porsi besar. Aturlah dengan baik isi kemasan agar sesuai dengan porsi kecil. Mengemas makanan olahan dengan porsi yang pas tentu akan menjadikan makanan semakin awet. Terlebih jika Anda menyimpannya di dalam lemari pendingin.

Hal yang paling dikhawatirkan ketika menyimpan makanan olahan dengan porsi besar ialah dapat mudah membusuk. Terlebih jika satu makanan membusuk, maka akan gampang menular ke makanan lain sehingga bisa menyebabkan satu kemasan sama-sama menjamur. Tips ini perlu Anda lakukan khususnya bagi yang ingin meminimalisir belanja bahan makanan ke pasar.

Sortir makanan berdasarkan tanggal kedaluwarsa

Tidak hanya penting memperhatikan pengemasan makanan, Anda juga perlu fokus pada tanggal kedaluwarsa. Ketika hendak menyimpan makanan baik itu pada lemari pendingin maupun rak makanan biasa, Anda perlu menyusunnya secara rapih berdasarkan tanggal kedaluwarsa. Susunlah makanan yang memiliki tanggal kedaluwarsa tercepat berada di posisi paling depan.

Melakukan penyusunan makanan semacam ini tentu akan membantu Anda untuk lebih mudah menghabiskan makanan yang sudah mulai memasuki tanggal kedaluwarsa terlebih dahulu. Bila perlu perhatikan juga before and use by yang biasanya tertera pada sejumlah kemasan makanan olahan. Before and use  by merupakan waktu paling baik sebagai peringatan guna mengonsumsi makanan tersebut.

Simpan makanan dalam lemari pendingin

Sortir makanan olahan yang perlu Anda simpan di lemari pendingin. Pilihlah makanan olahan yang sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Jangan sampai tertukar dengan makanan olahan yang seharusnya disimpan dalam rak biasa. Dengan melakukan hal ini tentu dapat membuat makanan akan jauh lebih lama sekaligus awet dikonsumsi.

Jenis-jenis makanan olahan yang sebaiknya Anda simpan di dalam kulkas di antaranya susu, daging-dagingan, mentega, buah-buahan serta sayuran kemasan. Dalam menyimpan makanan olahan di dalam lemari pendingin, Anda juga tidak boleh sembarangan. Jangan asal mencampur maupun menumpuk makanan tersebut. Anda perlu menyortirnya terlebih dahulu berdasarkan jenis-jenisnya.

Simpan makanan dalam rak biasa

Tips menyimpan makanan olahan berikutnya ialah meletakkan makanan olahan jenis tertentu ke dalam rak biasa. Anda perlu cermat dalam menentukan jenis makanan olahan seperti apa yang harus disimpan di dalam rak biasa. Hal ini penting mengingat bahwa tidak semua makanan olahan bagus disimpan dalam lemari pendingin.

Simpanlah sejumlah makanan olahan ke dalam rak penyimpanan biasa seperti keju, kornet hingga tahu tempe. Jangan lupa untuk memberikan jarak antar makanan agar sirkulasi dalam rak penyimpanan berjalan dengan semestinya. Ini juga berlaku bagi penyimpanan makanan olahan di dalam lemari pendingin. Dengan demikian, makanan olahan akan tetap awet.

Pisahkan sisa makanan

Anda tentu pernah memotong-motong makanan namun tidak semuanya dimasak, bukan? Jika benar, maka sebaiknya Anda memisahkan sisa makanan tersebut ke dalam wadah yang semestinya. Sisa-sisa makanan tersebut dapat disimpan di dalam semacam wadah khusus kedap udara atau yang memiliki kualitas tahan bocor.

Baca Juga: 10 Peluang Bisnis Makanan Paling Laris Saat ini, Dijamin Untung!

Sebaiknya Anda menyimpan sisa makanan di dalam suatu wadah kedap udara yang berbentuk horizontal. Jika sisa makanan tersebut merupakan hasil sisa masakan, maka sebaiknya pisahkan dengan sisa makanan mentah. Jangan sekali-kali meletakkan kedua jenis sisa makanan ini secara berdekatan. Sisa makanan hasil masakan bisa Anda simpan di lemari pendingin.

Atur letak makanan dengan kombinasi pas

Demi membuat makanan olahan lebih tahan lama, maka Anda juga perlu mengatur letak makanan dengan menggunakan kombinasi yang pas. Letakkan makanan sejenis secara berdekatan atau yang tidak menimbulkan aroma menyengat agar membuatnya lebih awet. Misalnya, meletakkan kue berdekatan dengan roti.

Menyimpan kue dalam toples tidak lantas membuatnya tetap segar. Anda perlu coba menyimpan kue dalam sebuah kantung plastik dengan separuh roti di dalamnya. Tips ini bisa Anda tiru agar kue tetap terasa kenyal dan tentunya tidak mudah mengering. Selain itu, Anda juga dapat menyimpan susu di bagian belakang lemari pendingin. Ini penting agar membuat susu bisa segar lebih lama.

Kesimpulan

Pertimbangkan matang-matang untuk melakukan aktivitas ke luar rumah, terutama berbelanja. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara menyimpan makanan di dalam rumah seperti makanan olahan. Enam tips menyimpan makanan olahan tersebut kiranya bisa Anda terapkan khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan demi diri Anda dan orang tercinta.

Connect With Us

Copyright © 2018-2020 Flashtik Media

Top