Connect with us

Foods

Tips Menyimpan Daging Dengan Baik Agar Tetap Nikmat Saat di Santap

Sudah tahu belum beberapa tips untuk menyimpan daging dalam waktu yang cukup lama?

Fanii Gisella

Published

menyimpan daging
insuara.com

Lemak baik yang terkandung dalam suatu daging merah tentu sangat bagus untuk membantu pertumbuhan sekaligus kecerdasan otak. Inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak orang banyak mengonsumsi daging. Akan tetapi, menyimpan daging untuk tetap awet perlu menggunakan sejumlah cara. Anda dapat mencermati tips menyimpan daging agar tahan lama.

Terlebih daging merupakan jenis bahan makanan yang gampang membusuk apabila tidak disimpan dengan baik. Di samping itu, menyimpan daging dengan benar juga akan membuat kandungan gizinya tetap terjaga. Misalnya, protein, energi, asam linoleat, vitamin B12, asam lemak omega tiga dan sejumlah zat gizi lainnya. 

Tips Menyimpan Daging Agar Tahan Lama

Hindari mencuci daging

Perayaan Idul Adha tentu identik dengan pembagian daging kurban. Anda tentu tidak lantas mengolah semua daging secara langsung hari itu juga, bukan? Anda perlu menyimpannya terlebih dahulu dan mengolahnya pada esok hari. Akan tetapi, Anda harus paham bagaimana cara menyimpan daging agar senantiasa tahan lama dan tidak gampang membusuk.

Dalam menyimpan daging sebaiknya Anda tidak perlu mencucinya terlebih dahulu. Tahukah Anda bahwa melakukan pencucian daging bisa menciptakan aroma tidak sedap yang kian menjadi-jadi. Di samping itu, air yang meresap ke dalam bagian serat daging juga jauh lebih mudah membuatnya semakin rusak. Tekstur daging akan terlihat semakin kurang segar.

Potong-potong terlebih dahulu

Saat hendak menyimpan daging, sebaiknya Anda memotong-motongnya terlebih dahulu. Potong-potong daging sesuai dengan takaran konsumsi keluarga Anda khususnya dalam skala harian. Hal ini tentu akan memberikan keuntungan ganda bagi Anda. Daging yang dipotong-potong terlebih dahulu tentu akan lebih mudah disimpan.

Selain itu, Anda juga bisa langsung memasaknya sebagai menu harian keluarga. Mencairkan daging beku dalam ukuran yang lebih kecil tentu jauh lebih gampang dibandingkan dengan daging berukuran besar. Potongan daging kecil-kecil tentu akan lebih menghemat waktu Anda pada proses pencairan. Bukan hanya sekadar hemat waktu saja, ukuran daging yang kecil juga hemat tempat penyimpanan.

Jangan lupa tempatkan dalam wadah kedap udara

Di samping menghindari pencucian daging terlebih dahulu serta memotong-motongnya menjadi bagian-bagian kecil, Anda perlu menempatkannya ke dalam wadah kedap udara. Tips menyimpan daging ini perlu Anda cermati baik-baik agar bahan makanan kaya protein tersebut bisa lebih tahan lama. Bahkan dalam kurun waktu bulanan.

Sebelum Anda menyimpan potongan daging dalam lemari pendingin, ada baiknya untuk menempatkan daging-daging tersebut ke dalam wadah yang kedap udara. Cermati bahwa wadah penyimpanan daging terbuat dari bahan food grade. Ini penting karena wadah tersebut akan bersentuhan dengan daging hingga berbulan-bulan lamanya. Jangan sampai wadah makanan tersebut justru berbahaya.

Bekukan di dalam suhu -18o

Saat menyimpan potongan-potongan daging di dalam lemari pendingin, sebaiknya Anda perlu mencermati suhu idealnya terlebih dahulu. Disarankan untuk menyimpan potongan daging tersebut ke dalam chiller dengan suhu sebesar -18o celcius. Suhu ini akan membuat daging bisa tertidur dengan sempurna. Ketika daging membeku maka bakteri tidak dapat bereaksi.

Reaksi bakteri yang berhasil dihambat oleh suhu tentu akan menjadikan daging awet secara alami. Tanpa perlu zat-zat pengawet tambahan, daging bisa tersimpan di dalam lemari pendingin dan terjaga kualitasnya dengan begitu baik. Anda tetap bisa mengonsumsi daging yang tersimpan dalam suhu rendah seperti ini bahkan dalam waktu berbulan-bulan lamanya. Daging masih tetap berkualitas prima.

Ketika hendak dicairkan, pindahkan ke tempat bersuhu beda

Ketika Anda hendak mencairkan potongan-potongan daging tersebut, sebaiknya perlu memindahkannya terlebih dahulu ke lemari es dengan suhu berbeda. Pastikan Anda tidak mencairkan potongan daging di dalam suhu ruangan. Mengapa demikian? Pencairan daging dalam suhu ruangan tentu bisa membuat bakteri bereaksi dengan cepat.

Alih-alih mencairkan di dalam suhu ruangan, Anda justru bisa mencairkannya pada bagian luar freezer. Taruh potongan daging yang hendak dicairkan pada rak maupun shelf yang suhunya berbeda dari freezer. Dengan demikian, daging akan mencair tanpa perlu kehilangan kualitas suhu dinginnya dengan sangat baik. Kualitas daging pun akan terjaga dengan sempurna.

Menyimpan daging tanpa lemari pendingin

Lantas bagaimana jika Anda tidak memiliki lemari pendingin? Jangan cemas. Anda tetap bisa menyimpan daging tanpa menggunakan lemari pendingin. Anda dapat mengeringkan potongan daging atau menjemurnya terlebih dahulu agar kualitasnya senantiasa terjaga. Terutama perihal nutrisi. Dengan mengeringkannya atau menjemurnya, maka Anda tetap dapat menjaga nutrisi daging tersebut.

Irislah daging tersebut tipis-tipis. Berikutnya, Anda bisa membaluri daging dengan garam. Jemurlah daging yang telah Anda baluri dengan garam di bawah cahaya matahari sampai benar-benar kering. Daging yang selesai dijemur seperti ini bisa tahan hingga satu bulan lamanya. Anda bisa menggunakan garam dapur sebagai solusi terbaik penyimpanan daging tanpa lemari pendingin.

Kesimpulan

Enam tips menyimpan daging tersebut kiranya bisa dicermati dengan baik. Jangan lupa untuk memastikan kapan batas waktu penyimpanan daging tersebut baik menggunakan lemari pendingin maupun tanpa menggunakannya. Jika diletakkan di dalam freezer, maka potongan daging bisa awet sampai 12 bulan. Akan tetapi, apabila tanpa menggunakan freezer maka daging hanya bertahan satu bulan saja.

Connect With Us

Copyright © 2018-2020 Flashtik Media

Top