Connect with us

Story

Cerita Cinta – Nikmat Pacaran Kakak Kelas

Bagaiamana pengalaman masa pacaran kalian di sekolah dulu? Apa jomblo aja?

Azlan Ravindra

Published

Cerita cinta pacaran masa sekolah dengan kakak kelas
Ilustrasi/HairilAqila

Seperti lagu, masa sekolah ialah masa paling indah. Inilah yang aku rasakan ketika duduk dibangku SMA.

Bukan karena prestasi atau kejuaraan yang aku menangkan, melainkan hal romantisme pada masa pacaran yang begitu tak terlupakan di sekolah.

Pengen rasanya aku balik lagi ke masa sekolah karena disanalah tumbuh nya kenakalan para remaja yang sudah mengenal jauh artinya cinta. 

Kenakalan Masa SMA yang Sangat Indah

Awal Masuk Sekolah

Kenalkan nama ku Endi, saat itu usiaku masih 16 tahun dan awal masuk sekolah menengah atas di Surabaya tahun 2008.

Bisa dibilang aku adalah anak yang pendiam dan kurang suka bergaul dengan teman-teman sekitar.

Selama disekolah aku juga tidak begitu rajin mengerjakan pekerjaan sekolah, tapi aku lebih suka menghabiskan waktu ku bermain gewai yang aku miliki.

Entah kenapa aku kurang menyukai sekolah ini, tampak seperti kota mati yang tak berpenghuni selain aku sendiri.

Yah mungkin aku nya aja yang kurang pandai bergaul dengan mereka, atau memang aku tidak cocok beradaptasi dengan sekolah aneh ini.

Dua bulan masuk sekolah, disitu aku mulai mengenal beberapa orang yang sesuai dengan kepribadian ku.

Yah kalian tahu sendiri lah, aku begitu menyukai hal-hal yang berbau gaming khusus nya game online.

Beradaptasi dengan Lingkungan

Kini aku sudah mendapatkan teman yang bisa aku ajak main bareng. Setiap hari sepulang sekolah kami selalu singgah ke warnet untuk bermain game beberapa jam.

Sebut saja nama nya adalah Yoga. Kami selalu berangkat sekolah bareng menggunakan motor ku.

Kadang kalau lagi males-males nya sekolah atau terlambat sedikit aja, kami lebih memilih untuk bolos sekolah dan pergi kewarnet.

Boleh dikatakan aku adalah orang yang berada, jadi soal duit ga usah ditanyakan lagi.

Tak jarang beberapa teman mulai mendekati mu hanya untuk mendapatkan traktiran.

Aku sih ga masalah, lumayan lah buat cari-cari teman baru lagi.

Beberapa bulan disekolah, entah kenapa aku menjadi sorotan banyak siswa. Tak terkecuali dengan siswa perempuan sekelas ku yang mulai melirik pandangkan ku.

Semenjak itu aku mulai aktif di sekolah dan sering berkeling area sekolah bersama teman-teman.

Curi Pandang Kakak Kelas

Saat itu aku dan teman-teman ku duduk disebuah pondok yang berhadapan langsung dengan ruangan kakak kelas.

Disana teman-teman cukup usil dengan siswa yang lewat, khusus nya cewek pasti  dikerjain sekedar diketawain sebagai bahan lelucon.

Nah, saat itu aku lihat ada kakak kelas dua orang lagi duduk di depan pintu kelas nya.

Mereka berdua cukup menarik dan jauh beda dengan siswa cewek lainnya.

Tampak nya mereka sudah dari tadi memperhatikan aku disini, karena ketika aku tatap balik mereka langsung noleh gitu aja.

Aku mulai penasaran karena kakak kelas ini cukup menarik untuk diselami lebih dalam.

Hampir setiap kali kami duduk disana dua orang kakak itu juga sudah standby di depan kelas.

Tidak lain sepertinya mereka ingin melihat kami disini.

Kedekatan Dengan Kakak Kelas

Hari-hari ku mulai berubah, terlebih soal hobiku bermain game sudah kutinggalkan demi bermain bersama teman sekolah.

Dulu aku yang pendiam kini sudah mulai aktif bergaul, tidak hanya teman sekelas tapi aku juga memiliki banyak teman bersama kakak kelas.

Singkat nya waktu kami pergi berkeliling sekolah seperti biasa, aku kembali bertemu dengan cewek kakak kelas kemarin di kantin.

Tiba-tiba kakak itu ngajakin kami duduk didekat nya untuk makan bareng.

Disitu kami duduk dan mulai kenalan sambil makan, sebut saja nama mereka berdua adalah Eka dan Mery.

Kelihatan nya sih kak Eka ini tertarik dengan ku. Soalnya tiap kali ngomong dia selalu liat nya ke aku terus, entah karena teman ku emang lagi sibuk ngurusin makanan mereka atau memang mereka gak peduli dengan cerita kakak cantik ini.

Ketika bell masuk, kami bergegas balik ke kelas. Tapi waktu itu kak Eka nyapa aku dan minta tukeran nomor handphone gitu.

Malam nya kak eka chat dan ngajakin ngobrol lewat telfon. Jujur saja aku cukup senang dengan sifat kak eka yang begitu terbuka dengan ku.

Apalagi aku juga sudah menyukai kakak cantik yang satu ini. Hampir tiap malam kak eka ngajakin telfonan.

Bahkan disekolah pun dia udah nyari-nyari aku jam istirahat buat ke kantin bareng.

Kedekatan kak eka dengan ku membuat teman sekolah ku merasa kami seperti udah pacaran.

Apalagi belakangan ini aku sudah jarang main dengan teman ku karena sibuk bersama kak eka.

Kami berdua memang cukup akrab sekali seperti orang pacaran, bahkan dia tak jarang memegang tanganku dan jalan bareng.

Entah kenapa aku merasa begitu simpatik sekali dengan kak eka yang begitu terbuka dengan ku.

Akhirnya aku memutuskan untuk berpacaran dengan kak eka setelah dua bulan lebih mengenal nya.

Lucunya ketika aku mengatakan cinta sama kak eka, dia tampak biasa aja dan jawab nya “Kan kita emang udah pacaran dari dulu”.

Malam Mingguan

Singkatnya aku ngajakin kak eka main kerumah nya malam minggu, tapi aku masih bingung lokasi rumah nya yang cukup jauh.

Nah, kebetulan Yoga teman aku ini tahu betul lokasi rumah kak eka. Jadi aku dan Yoga pergi kesana berdua.

Sampai dirumah kak eka, dia ngajakin kami masuk. Rumah nya sepi karena orang tua nya udah pada pergi ke acara tetangga.

Disana kami cuma cerita-cerita gak jelas, apalagi ada Yoga yang cukup ribut meramaikan suasana.

Sisi Gelap Kak Eka

Hari berikutnya kak eka ngajakin aku malam mingguan keluar. Kami pergi kesebuah taman dimana banyak orang pacaran disana.

Disitu kami duduk di sebuah cafe kecil disebuah taman dan memesan minuman.

Minuman belum habis kak eka udah ngajakin aku pergi ke tempat lain menyusuri taman dengan berjalan kaki.

Kami duduk disebuah bangku yang lokasi nya jauh dari keramaian. Apalagi lokasi itu juga minim cahaya.

Tak lama kak eka mulai memeluk ku dan bersandar di bahu ku.

Dia cerita kalau pengen punya pasangan yang romantis dan setia. Karena selama ini kak eka sering putus karena diselingkuhin terus.

Aku cuma bisa dengerin cerita kak eka sambil mengelus rambut nya saja.

Tak lama kak eka menatap ku dan mulai mencium bibir ku. Aku gak tahu maksud nya apa tapi nama nya laki-laki aku membalas permainan kak eka.

Gak salah lagi, malam itu adalah malam yang sangat indah bagi ku. Ini adalah pengalaman yang luar biasa karena aku belum pernah pacaran sampai sejauh ini dengan mantan ku sebelum nya.

Hampir setiap malam minggu kami melakukan hal yang sama di taman itu. Bahkan kalau lagi gak ada duit, kak eka yang bayarin semua.

Berkah Diguyur Hujan

Tiap pulang sekolah kami selalu pulang bareng naik motor ku. Kebetulan waktu pulang sekolah kak eka ngajakin aku makan dulu di cafe.

Kami pergi kesebuah tempat yang tidak jauh dari sekolah. Sambil makan, aku dan kak eka bercanda gurau disana.

Singkat nya, hari itu cuaca mulai mendung, kami dengan cepat melahap makanan itu dan segera pulang sebelum kehujanan.

Sayang nya waktu separuh jalan tiba-tiba hujan deras turun, aku berniat berteduh tapi kak eka malah nyuruh lanjut aja.

Jadi aku mempercepat laju motor dan kak eka memeluk ku dengan kuat.

Kak eka begitu senang dengan situasi ini. Dia malah teriak-teriak seperti anak kecil yang ingin mandi hujan.

Aku sih malah ketawa dengan tingkah kak eka yang lucu.

Akhirnya kami sampai dirumah kak eka dan bergegas masuk karena hujan masih cukup deras.

Tapi rumah masih dikunci dan gak ada orang dirumah. Kayaknya orang tua kak eka juga belum pulang karena terjebak hujan.

Untung kak eka selalu bawa kunci serap, jadi kami langsung masuk aja kerumah.

Kami basah kuyup dan kak eka langsung ganti baju.

Saat didalam kamar, dia menyuruhku untuk segera mengganti baju ku yang basah.

Dia memberikan aku kaos biru milik nya yang cukup lucu jika aku kenakan.

Ketika aku mulai membuka baju, kak eka menatap ku panjang, dia mendekat dan mulai memeluk dada ku erat.

Tanpa sadar, kami terhasut dalam buaian cinta yang begitu dingin.

Benar saja, kami melakukan adegan mesra berdua didalam kamar nya saat itu.

Entah mimpi apa aku tadi malam, dalam fikiran ku bertanya kenapa bisa ada disini bersama kak eka yang tanpa busana sedikitpun.

Ini adalah kenikmatan yang tak pernah kuduga sebelumnya. Apalagi cuaca yang masih hujan membuat rasa takut ku hilang.

Sekitar 1 jam aku didalam kamar, aku bergegas pulang karena hujan sudah reda.

Mengambil baju ku yang basah dan segerapa meninggalkan kak eka sebelum orang tua nya datang.

Tapi sekali lagi kak eka menahan langkah ku sebelum aku pergi, ia mencium bibirku beberapa menit dan segera pulang.

Diperjalan pulang mengendarai motor, moment itu terus terbayang dikepala ku. Aku merasa senang namun dipenuhi ketakutan juga.

Sebab aku takut kalau kak eka hamil duluan, sementara kami masih sekolah.

Entahlah, waktu yang akan menentukan hasil nya.

Sosok Pengkhianat

Hampir 2 tahun lebih kami berpacaran secara tidak sehat, hubungan ini masih berjalan baik-baik saja.

Tanpa ada satu orang pun yang tahu soal hubungan kami yan layak nya sudah seperti suami isteri.

Namun entah kenapa belakangan ini kak eka mulai sedikit sibuk dengan urusan pribadinya.

Yah, fikirku karena dia mau ujian jadi harus lebih banyak belajar. Tapi kayak nya gak mungkin lah, kak eka itu cuma dandan doang dikelas.

Namun beberapa hari berikutnya, kecurigaan ku mulai terkuak.

Ternyata ada pengkhianat di antara hubungan aku dengan kak eka.

Baca Juga: Cerita Cinta Terlarang –  Maaf, Aku Khilaf

Dia adalah teman ku sendiri bernama Heru. Heru adalah teman sekelas kak Eka yang sudah menjalin hubungan diam-diam dibelakang ku.

Kecewa memang, tapi aku gak bisa berbuat banyak karena Heru sudah lebih dulu dikenal oleh orang tua kak eka.

Apalagi Heru berasal dari anak orang kaya yang punya perkebunan luas. Jadi tak heran Heru dipandang baik dimata orang tua kak eka.

Dia Tunangan

Ujian kenaikan kelas berakhir, itu artinya kak eka selesai dengan sekolah nya dan aku lanjut ke kelas tiga SMA.

Sampai saat ini aku masih bertahan dengan kak eka dan kak eka juga masih berpacaran dengan heru.

Artinya saat ini kak eka memiliki dua pasangan sekaligus. Aku dan heru tidak begitu open, kami berdua merasa sama-sama pacar kak eka.

Terkadang kak eka kesulitan membagi waktu ketemuan, biasanya malam senin sampai malam rabu adalah waktu ketemuan dengan Heru, dan Malam kamis sampai malam minggu adalah waktu ketemuan dengan ku.

Jam ini sudah di atur kak eka supaya tidak terjadi bentrok diantara kami berdua, tapi tak jarang Heru sering mengambil waktu malam minggu dengan kak eka.

Mau gak mau aku harus ngalah, apalagi dia juga udah izin sama orang tua kak eka.

Sebenarnya aku bingung dengan kak eka, kenapa dia gak milih salah satu dari antara kami?

Kalau dipandang wajah antara aku dan heru, jelas aku masih terlihat keren dari pada dia.

Sudah jelek hitam lagi, apalagi Heru sendiri memiliki kemampuan berbicara yang kurang alias cadel.

Bedanya Heru lebih mapan dari pada aku. Tak jarang memang Heru menarik perhatian kak eka dengan membelikan barang-barang kesukaan nya.

Tak heran kak eka memanfaatkan situasi ini untuk menguras dompet Heru.

Jujur kali ini aku bertahan dengan kak eka bukan karena soal cinta, tapi aku hanya mencari kepuasan daging aja bersama kak eka.

Kak eka kerap mengajak ku kerumahnya dikala orang rumah pada pergi.

Gak peduli siang atau malam, kami selalu melakukan hubungan ini selagi ada kesempatan. Namanya juga suka sama suka.

Kak Eka Menikah

Selama kak eka tamat sekolah hubungan kami mulai renggang, heru selalu mengawasi kak eka untuk bertemu dengan ku.

Karena mulai saat ini Heru tak ingin tunangan nya di ambil orang, khusus nya itu aku sendiri.

Semenjak itu aku dan kak eka tidak pernah saling kontak selama 2 bulan lebih, bahkan melihat nya saja udah gak pernah lagi.

Apalagi waktu itu handphone ku hilang di curi orang, jadi seolah-olah kami kayak udah putus karena gak pernah cakapan lagi.

Dua bulan berikutnya waktu aku memasuki ujian, aku dapat kabar kalau kak eka udah menikah dengan heru.

Sedikit kecewa memang, tapi aku juga gak begitu antusias. Karena memang aku udah mulai melupakan kak eka.

Sempat memang aku melihat akun facebook nya dulu, disitu dia memposting foto-foto pernikahan nya.

Yah mungkin ini memang yang terbaik buat kak eka, karena aku sendiri memang tidak ada niat untuk menikahi nya saat lulus.

Akhirnya masa sekolah ku selesai, kini aku mulai mencari jati diri ku sendiri, aku pergi merantau dan mencari kerja.

Kini semua kenangan bersama kak eka sudah aku tinggalkan, tak satupun tersisa kecuali masa-masa hujan kemarin yang gak bisa lupa.

Entah lah, mungkin saat nya aku harus mencari pasangan baru untuk melupakan hal itu.

Aku juga harus berterimakasih sama kak eka yang sudah mendewasakan ku selama sekolah.

Ini cerita separuh hidup ku, tidak ada hal positif yang bisa di kutip disini. Aku hanya sekedar ingin berbagi kenikmatan masa sekolah yang tak bisa ku lupakan. Terimaksih.

Show All

Editor Pick’s

Newsteller

Berlangganan GRATIS di insuara.com untuk mendapatkan update artikel menarik setiap harinya:

Lifestyle

Top