Connect with us

Story

Cerita Cinta – Kemolekan Isteri Tetangga

Apakah aku harus berkata jujur soal hubungan gelapku dengan isteri tetangga?

Azlan Ravindra

Published

cerita cinta isteri tetangga cantik
Fb/Ilham

Pacaran dengan usia sebaya itu adalah hal yang biasa, tapi apa jadi nya kalau kita pacaran dengan orang yang lebih tua dari kita, apalagi kalau cewek itu sudah menjadi isteri sah orang.

Inilah yang aku alami beberapa tahun yang lalu, dimana aku berpacaran bahkan tidur bareng dengan isteri tetangga ibu ku sendiri. 

Nikmatnya Berpacaran Dengan Isteri Tetangga

Mencari Rumah Baru

Sore itu ada seorang ibu muda yang datang bersama suaminya dan mengetuk pintu rumahku. Aku bergegas membuka pintu dan membawa mereka masuk.

Sebelum nya mereka menanyakan apakah ibuku ada dirumah atau tidak? Kebetulan ibuku lagi dibelakang menyapu halaman. Jadi aku panggil saja karena ada tamu yang datang.

Ketika bertemu, mereka tampak begitu akrab sekali dengan ibuku, aku rasa mereka sudah kenal lama atau bahkan mungkin sahabat.

Ternyata maksud dan tujuan mereka kesini ingin mencari tempat tinggal baru di daerah sini, karena suami nya yang pindah tugas.

Kebetulan saat itu kami mempunyai rumah kosong yang lama tak di tinggali. Jadi ibuku menyarankan mereka untuk tinggal disana saja.

Keesokan harinya mereka mulai membersihkan rumah tersebut dan memasukan barang-barang mereka.

Posisi rumah tersebut berhadapan langsung dengan rumah kami, dengan satu jalan setapak yang melintasi rumah.

Jujur saja saya sangat senang mereka tinggal disana karena ibuku sama sekali tidak memiliki tetangga disini.

Mereka merupakan pasangan muda yang belum memiliki anak, isterinya sangat cantik dan suaminya tampak jauh lebih tua darinya.

Kemolekan Tente Rika

Singkatnya mereka sudah satu bulan tinggal disana, tak jarang isterinya sering bermain kerumah untuk bercanda ria dengan ibuku.

Meski begitu, aku sendiri masih tertutup dengan isteri nya karena dia tampak seperti seorang wanita yang masih lajang.

Sebut saja panggilan isteri nya adalah Tante Rika, ia adalah seorang isteri muda yang sangat cantik menurut ku.

Berkulit putih, rambut sebahu dan memiliki bentuk tubuh yang menggoda. Jujur saja pernah melintas dibenak ku untuk memiliki isteri seperti tante Rika.

Tak jarang tante rika mengenakan pakaian minim kerumah ku, mataku tak pernah berhenti mencuri pandangan dari celah sempit untuk melihat kemolekan tubuh tante rika.

Ah, aku terlalu dewasa memikirkan hal ini. Apalagi dia adalah isteri orang bahkan tetangga ku sendiri.

Cuci Mata

Bisa dibilang aku adalah orang yang pemalu dengan cewek, apalagi kalau sampai menyukai wanita tersebut. Inilah yang aku rasakan ketika Tante Rika menjadi tetangga baruku.

Sering sekali aku menghindar ketika dia menatap dan memperhatikan ku,
yah walaupun tatapan itu tidak begitu lama aku merasa gugup dengan nya.

Tapi lambat laun aku sudah mulai terbiasa dengan nya, apalagi dia tampak menganggapku seperti anaknya sendiri.

Pagi itu cuaca sedikit panas, jadi aku duduk diteras rumah untuk mencari udara dingin.

Sambil memainkan smartphone, aku melihat ada tante rika yang lagi menjemur pakaian di depan. Aku terengah melihat nya yang hanya mengenakan handuk sedada saat menjemur pakaiannya.

Ia menyapaku dan berkata “Wih, enaknya santai pagi hari”. Aku hanya tersenyum dan mengalihkan pandangan ku ke smartphone.

Kalian tahu saja, aku benar-benar tidak bisa menahan indah nya paras tante rika saat mengenakan handuk itu.

Tak lama ia masuk kerumah dan menutup pintu. Aku tahu dia akan mengganti baju disana. Tidak lain, ini mengundang batin seorang lelaki untuk melihat keindahan tubuhnya.

Diam-diam  aku mendatangi rumahnya dari arah belakang, aku mengetahui betul posisi kamar rumah itu karena dulu aku juga pernah tinggal disana.

Dari balik kaca, tante Rika tampak masih mengenakan handuk sambil berdandan. Sepertinya dia tidak menyadari kalau aku sedang memperhatikan nya dari luar.

Tak lama, momen yang aku tunggu pun tiba. Tente Rika melepas handuknya yang basah tanpa selehai kain ditubuhnya lagi, ini benar-benar diluar dugaan ku.

Keindahan tubuhnya tampak jelas dimataku yang begitu dekat. Tak bisa ku gambarkan bagaimana rasanya pertama kali melihat tubuh wanita dewasa tanpa busana.

Sayang nya dia hanya membelakangi ku, jadi hanya pesona punggung dan bokongnya saja yang bisa aku nikmati.

Tante Rika tampak biasa-biasa saja, dia benar tidak menyadari aku yang dibalik kaca. Dia mulai mengenakan baju dan aku juga tidak bisa berlama-lama disini, dan bergegas pulang sebelum ketahuan.

Tak lama tante rika datang kerumah, aku terkejut dengan persaan cemas. Apa mungkin dia tahu soal yang baru saja aku lakukan?

Ternyata hal ini tidak seburuk yang aku kira, kedatangannya ternyata hanya sekedar bermain dan ngerumpi dengan ibu dan adik ku yang cewek.

Tante Rika memang selalu sendiri dirumah, suaminya sibuk bekerja dari pagi hingga larut malam baru pulang. Jadi tak heran kalau dia mencari hiburan disini walau hanya sekedar bersenda gurau dengan ibuku.

Hingga malam, momen itu terus terbayang di kepalaku. Entah kenapa setiap kali melihat tante rika, aku ingin sekali memeluknya erat. Meski ia sudah mengenakan baju, mata ku melihat ia tampak polos tak mengenakan baju sehelaipun.

Ada Hantu di Kontrakan

Lima bulan menempati kontrakan tersebut, Tante Rika bercerita dengan ibu kalau ia sering merasakan hal-hal aneh ketika sendirian dirumah itu. Seperti ada yang memanggil namanya dan memperhatikan dia dari jauh.

Jangan berfikir kalau itu adalah aku, aku tidak sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi.

Menurut pengakuan nya sih ia sering melihat sosok penampakan dan bau tidak sedap di dapur. Ini biasa terjadi ketika malam atau sendirian dirumah.

Semakin hari rasa ketakutan itu semakin kuat, apalagi suami tante rika sering tidak pulang dalam beberapa hari terakhir. Kadang ia meminta adikku untuk menemaninya tidur, tapi ia juga takut dengan hal itu.

Untuk mengatasi ini, ibuku berniat untuk menemani tante rika satu malam. Ternyata sampai pagi mereka tidak mendapati hal yang aneh tadi malam.

Mungkin seperti yang tante rika katakan, ini terjadi ketika ia sendirian dirumah.

Aku sih tidak ambil serius, karena dulu aku sering tidur disana sendirian tanpa ada gangguan dari mahkluk lain seperti yang tante rika rasakan.

Mungkin hantu ini juga terpesona dengan kemolekan tante rika (kata ku dalam hati).

Tante Rika Minta Tolong

Hari itu menjelang sore, dan aku masih asik bermain game di smartphone ku.

Tiba-tiba tante rika datang kerumah dan ngetuk pintu. Ketika aku membuka pintu, ia berdiri tepat dihadapan ku dengan penampilan baju yang basah.

Singkatnya tante rika yang lagi nyuci tiba-tiba air keran nya mati. Jadi dia minta tolong agar saluran airnya  diperbaiki.

Kebetulan dirumah cuma ada aku sendiri, yah mau tidak mau aku harus memperbaiki saluran airnya yang mati.

Saat melihat saluran tersebut, ternyata keran nya saja yang rusak. Ini bukanlah hal yang sulit bagiku.

Tapi disisi lain, penampilan tante rika yang basah dengan pakaian tipis membuat ku gagal fokus. Kalian tahu, saat ini aku dan tante rika berada di kamar mandi berdua.

Tampaknya tante rika tidak ada maksud lain, dia benar-benar meminta tolong agar saluran air tersebut di perbaiki.

Sambil memperbaiki keran air nya, tante rika melanjutkan cucian nya disebelah ku. Mata ku tak bisa berhenti memperhatikannya dari samping.

Ternyata dia menyadari kalau aku sedang melihatnya yang sedang mencuci.

Ada apa dek? Kata tante rika sambil memperbaiki pakaian nya yang basah.

Eh, gak ada tan, ini keran nya udah bagus. Ucapku sedikit latah.

Dari situ tante rika mulai mengajak ku ngobrol, tampak nya dia merasa takut sendirian.

Kamu udah punya pacar? Tanya tante rika.

Belum tan, kenapa?

Kok belum? Sayang loh ganteng-ganteng kayak kamu belum punya pacar. Pungkas tante rika.

Haha, tante bisa aja. Kata ku sedikit lucu.

Mau tante carikan pacar? Tante punya banyak kenalan cewek seusia kamu nih. Katanya lagi sambil menoleh kearah ku dengan tatapan indah.

Aku hanya terdiam, tapi tante rika langsung minta nomor ku biar di save.

Dia menyuruhku untuk mengambil hp nya di atas meja dan menuliskan nomor ku disitu.

Setelah menyimpan nomor, aku tak sengaja membuka galleri foto di hp tante rika.

Tahukah kamu, isi dari galeri hp nya adalah foto-foto seksi tante rika didalam kamar.

Dengan cepat aku mengirim foto itu whatsapp ke nomor ku. Karena tante rika tidak ingin hp nya aku pegang cukup lama.

Ini benar-benar membuat ku semakin memahami sifat dari tante rika.

Setelah selesai, tiba-tiba teman ku datang dan mengajak ku pergi keluar. Mau tidak mau aku harus pergi meninggalkan tante rika yang sedang mencuci.

Malam harinya tiba-tiba ada pesan masuk dari tante rika. Dia sedikit marah karena dia tahu kalau aku mengambil fotonya tadi sore.

Rupanya aku lupa menghapus pesan tersebut sehingga dia sedikit tersinggung dengan prilaku ku yang lancang.

Tapi tampak nya tante rika tidak terlalu memikirkan hal tersebut, dia malah kembali menawarkan foto-fotonya yang lebih greget lagi kalau aku mau. Dengan catatan fotonya gak boleh dikasih ke orang lain.

Iya tan, aku gak bakal kasih ke orang lain. Jawabku dengan senang.

Akhirnya foto dikirim dan kami terus berlanjut komunikasi pesan whatsapp.

Tante rika banyak bercerita tentang dirinya, mulai dari masa pacaran hingga sampai ia menjadi orang yang haus akan cinta.

Aku mulai menyadari kalau dia ingin mendapat belaian dari pria lain, dan aku sadar kalau aku tidak bisa menjadi orang munafik.

Dengan cara ku, aku mulai mengolah dan merangkai kata demi kata untuk mendapat simpatik dari tante ria.

Bisa dibilang aku adalah orang ahli secara tulisan untuk mendapatkan hati wanita, tapi tidak secara lisan.

Dari sini kami sudah mulai dekat dengan tante ria, hal ini tampak dari chat tante ria yang begitu terbuka dengan ku soal privasi nya.

Bahkan ia juga bercerita soal hubungan nya dengan suami nya yang tidak harmonis. Apalagi suaminya yang jarang pulang karena sibuk bekerja.

Apalagi saat ini ia belum juga memiliki seorang anak, karena baginya hadirnya seorang anak akan membuat hubungan mereka menjadi lebih baik.

Sampai jam 3 pagi lewat tante ria sudah tidak membalas chat ku, mungkin dia tertidur, sementara aku melanjutkan game ku yang tertunda.

Nikmat Tengah Malam

Semakin hari kedekatan ku dengan tante ria semakin dekat, terlihat dari cara tante ria yang selalu memperhatikan ku lewat hp.

Meski begitu, kami tetap terlihat biasa saja saat berkomunikasi langsung, supaya rahasia hubungan kami tidak diketahui oleh orang lain.

Sekitar jam 1 malam, aku baru pulang dari keluyuran rumah teman bermain game. Tiba dirumah, aku mengetuk pintu rumah tapi tidak ada yang nyahut.

Aku pergi kesamping rumah untuk membangunkan adik ku agar ia mau membukakan pintu, tapi dia juga tidak bangun.

Hampir 1 jam aku diluar nungguin mereka membukakan pintu, tapi tidak juga ada yang bangun.

Mungkin mereka jengkel dengan ku yang sering pulang main sampai larut malam.

Ini bukanlah hal yang pertama kali ibu dan bapak tidak membuka pintu rumah kalau aku pulang larut malam, biasanya aku tidur dirumah kontrakan ibu kalau sudah larut malam gini. Tapi sekarang rumah itu sudah diisi sama tante rika.

Mau tidak mau aku harus nunggu diluar sampai pintu rumah dibuka.

Sambil duduk diteras, tiba-tiba ada pesan masuk di hp ku, ternyata ini dari tante rika.

Kamu ngapain duduk disana jam segini? Tulisnya di pesan chat.

Baru pulang tan, gak ada yang buka pintu, jawabku sambil melihat tante rika yang sedang berdiri dibalik kaca jendela.

Ya udah kamu sini aja dulu, masuk rumah tante.

Emang boleh tan? Nanti dimarahin suami tante gimana. Tanyaku sedikit ragu.

Suami tante gak pulang malam ini. Tante juga takut sendiran kayak ada yang gangguin tante. Udah kamu sini cepet. Jawabnya tergesa.

Iya tan tunggu, kataku sambil melangkah kerumah tante rika yang jaraknya hanya beberapa langkah.

Setelah masuk, tante rika menyambut ku dengan minuman teh hangat.

Aku tampak cemas karena tidak biasa berada dirumah orang berduaan.

Disana aku hanya duduk diam. Aku benar-benar mati kata saat tante rika berada didekat ku.

Tante rika nanyaain aku dari mana dan kenapa pulang jam segini. Aku hanya menjawab singkat seperti yang dia tanya.

Entah kenapa dikepala ku sudah melintas fikiran hawa nafsu bak sinetron.

Apalagi penampilan tante rika mengenakan baju tidur yang tipis dan sedikit memperlihatkan area dada nya yang indah.

Tapi disisi lain aku memikirkan bagaimana jika keberadaan ku disini diketahui oleh suaminya atau orang lain.

Kamu kenapa diam aja kayak orang ketakutan, udah ngantuk ya? Tanya tante rika sambil memegang lengan ku.

Eh nggak tan, aku cuma kedinginan aja seharian keluyuran. Jawabku yang tidak berani melihat wajah tante ria.

Ya sudah kamu masuk kamar aja, kasian nanti kamu sakit.

Tante ria dengan cepat menarik ku ke kamar nya dan menyuruhku berbaring disana.

Sungguh diluar dugaan entah bagaimana aku bisa sampai ada disini dan berdua dikamar tante rika.

Cahaya kamar tante sedikit redup, aku seperti berada dalam cerita cinta sepasang kekasih yang lagi berbulan madu.

Sungguh diluar dugaan ku. Tante rika mulai berbisik di telingaku dan berkata “temenin tante tidur ya” sambil menarik selimut.

Jantungku mulai berdetup kencang, aku benar-benar tidak biasa dengan situasi seperti ini.

Apalagi jujur aku belum pernah berada dikamar berduaan dengan seorang wanita cantik yang aku idamkan.

Tante rika mulai naik ke ranjang dan tidur disamping ku. Aku benar-benar tidak menyangka bisa berada dalam situasi romantis seperti ini di kamar tante rika.

Sikap cemasku seperti cewek yang akan dimainkan oleh pria hidung belang.

Dan tahukah kamu, tante rika mulai menjarah beberapa bagian tubuh ku. Situasi ini semakin membuat ku cemas tapi bercampur senang.

Apalagi aku belum pernah merasakan nikmatnya berdua didalam kamar wanita.

Dan seperti yang kalian duga, kami melakukan hubungan mesra berdua dengan tante rika.

Sungguh ini adalah perasaan yang begitu nikmat, meski bukan barang baru.

Cara tante rika bermain memang luar biasa, dia begitu agresif dan tangan nya tak pernah berhenti bermain dengan si joni.

Semua yang aku rasakan ini ternyata melebihi dari apa yang aku bayangkan soal hubungan percintaan dengan wanita.

Sayangnya aku hanya bisa bermain-main dengan tante rika sekitar 5 menit saja, tanpa sadar cairan itu keluar kedalam tante rika.

Tante tampak biasa saja dan tidak memperdulikan hal ini, ia malah sibuk bermain dengan bibir dan dadaku yang bidang.

Aku tahu tante rika masih belum puas dengan permainanku, jadi dia menyuruhku untuk menggunakan jari tangan agar ia bisa sedikit lega.

Sekitar 30 menit akhirnya kami menyudahi permainan ini. Tante rika memeluk dengan erat sambil memejamkan matanya untuk tidur.

Entah kenapa aku begitu sangat lelah dan juga ikut tertidur dipelukan tante rika, apalagi cuaca sudah mulai hujan deras malam ini.

Sampai pagi jam 10 aku bangun dan masih berada di kamar tante rika, sementara tante rika baru saja siap mandi dan ingin mengenakan baju.

Seketika itu juga aku bergegas keluar karena takut keberadaan ku dirumah tante rika dilihat orang.

Tapi langkahku kembali ditahan oleh tante rika, dia tampak menginginkan aku tetap disini dulu.

Mau kemana? Kamu disini aja dulu, ada orang diluar lagi bersih-bersih jalan, kata tante rika sambil mendekatkan bibirnya ke wajahku.

Dari pada ketahuan, aku nurut saja apa kata tante rika.

Tapi selama menunggu aman, tante rika mulai menggeliat terhadapku. Dia kembali mengulang kenikmatan yang kami lakukan tadi malam.

Ia membaringkanku dan menindih tubuhku lagi. Seperti yang kalian kira, kami melakukan adegan ini yang kedua kali nya.

Kami benar-benar mendapatkan kepuasan yang nikmat. Tanpa merasa bersalah, entah kenapa aku bangga pada diri sendiri karena sudah melakukan hal tidak wajar dengan isteri orang.

Beberapa jam kemudian aku mencari celah untuk kembali kerumah, dan akhirnya bisa melanjutkan jam tidurku yang kurang sambil membayangkan hal yang terjadi semalam.

Rahasia yang Tersimpan

Beberapa hari kemudian, aku dan tante rika semakin dekat. Namun tak satupun ada orang yang tahu soal hubungan kami, suaminya pun tidak.

Karena secara visual kami tidak begitu menampakan diri, tapi aku dan tante rika hanya melakukan kontak melalui hp.

Kalau suami tante rika nggak ada dirumah, aku kerap diajak tante untuk tidur dirumahnya. Hubungan rahasia ini terus kami lakukan selama suaminya tidak pulang.

Bisa dibilang kalau malam hari aku adalah suaminya sendiri yang selalu menemaninya tidur, sementera kalau siang aku hanyalah seorang anak tetangga biasa.

Baca Juga: Cerita Cinta Terlarang –  Maaf, Aku Khilaf

Pernah memang aksi kami hampir ketahuan oleh suaminya yang tiba-tiba pulang. Tapi untungnya aku bisa keluar rumah dengan cepat lewat pintu belakang.

Tante Rika Hamil

Sampai dua bulan kemudian, dengan senang nya tante rika bilang ke aku kalau dia hamil.

Tante rika sangat senang dengan kabar kehamilan nya, karena selama 3 tahun ia menikah dengan suaminya belum juga dikarunia oleh seorang anak.

Kabar ini juga sampai ditelinga suaminya. Tanpa ada rasa curiga, suaminya juga ikut senang dengan kabar ini.

Walaupun anak dalam kandungannya adalah hasil hubungan gelapku dengan tante rika.

Dalam hati aku baru merasa bersalah, entah kenapa aku baru menyadari kesalahan ku ini.

Rasanya tidak tega melihat kebahagiaan suami tante rika yang palsu. Apalagi suaminya sering menolongku meminjam uang dikala butuh.

Tapi aku juga tidak mampu mengatakan semua ini kepadanya. Entahlah, orang macam apa aku ini yang tega mengahancurkan rumah tangga orang.

Aku Pergi

Semakin hari kandungan tante rika semakin besar, tante rika begitu senang dengan anak dalak kandungan nya.

Karena baginya hadirnya seorang anak adalah salah satu kunci kerharmonisan dalam rumah tangga mereka.

Meskipun anak dalam kandungannya itu bukan darah dari suaminya sendiri.

Disisi lain aku semakin cemas, aku takut jika anak itu justru tidak ada kemiripan sama sekali dengan ayahnya.

Sulit memang menyimpan rahasia besar ini bagiku, hati ku terus memaksaku untuk berkata yang sejujurnya. Namun hanya aku dan tante rika saja yang tahu.

Ketika bercerita dengan tante rika, ia menyuruhku untuk pergi jauh meninggalkan rumah. Ini adalah salah satu cara agar rahasia kami tidak terbongkar.

Mau tidak mau aku harus pergi sebelum tante rika melahirkan anaknya.

Jadi keesokan harinya aku sudah mulai meninggalkan rumah berbekal uang yang diberikan oleh tante rika.

Aku berpamitan ke orang tua untuk pergi keluar kota dengan alasan mencari kerja.

Kini aku sudah berada ditempat baruku selama 2 bulan lebih.

Aku tidak tahu bagaimana kabar keluarga tante rika disana. Apalagi kontak tante rika sudah aku hapus dan aku ganti nomor.

Bingung rasanya apa yang harus aku lakukan. Entah kenapa aku merasa ingin sekali bertemu dan melihat buah hati ku yang sudah lahir itu.

Tapi aku merasa takut jika semua ini terbongkar. Mungkin cepat atau lambat ini pasti akan terbongkar juga.

Kini aku mulai membiasakan diri disini dan bekerja menjadi pelayan toko.

Hari-hariku berjalan biasa walau bayang-bayang tante rika dan anaknya terus melintas kepalaku.

Ini ceritaku, kisah nyata yang terus tersimpan didalam fikiranku. Mungkin dengan membagikan nya disini bebanku sedikit lebih lega.

Semoga cerita percintaanku ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Editor Pick’s

Newsteller

Berlangganan GRATIS di insuara.com untuk mendapatkan update artikel menarik setiap harinya:

Music

Lifestyle

Top