Connect with us

Business

Beberapa Biaya Asuransi Kecelakaan Pesawat, Klaim Sekarang Juga!

Avatar

Published

Biaya Asuransi pesawat
Thehindu.com

Bisnis angkutan udara memang memiliki nilai risiko super tinggi. Karena itu, kebutuhan asuransi bagi tiap maskapai sangat wajib untuk dipenuhi. Ya, di dalam dunia penerbangan, masalah asuransi memang tidak bisa dipisahkan mengingat sektor ini memang masuk ke dalam bisnis berisiko tinggi.

Seperti dalam kasus jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 di perairan Karawang, para penumpang yang menjadi korban tentunya sudah dilindungi oleh asuransi. Masalahnya, seberapa besar pertanggungannya? 

Jawabannya sudah ditentukan dalam Konvensi Montreal (Montreal Convention) yang diresmikan tahun 1999. Di mana besarnya nilai klaim yang didapat penumpang akibat kecelakaan selalu mengalami perubahan setiap waktu karena mengikuti laju inflasi global. Tidak hanya itu, perjanjian tersebut rupanya juga mengatur jumlah penggantian untuk barang lho!

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Pesawat

Mata Uang Maskapai: Special Drawing Rights (SDR)

Industri penerbangan memang memiliki keunikan tersendiri, hal ini disebabkan karena pertanggungan asuransi dari bisnis ini tidak menggunakan mata uang konvensional, melainkan menggunakan mata uang khusus milik International Monetary Fund (IMF) yaitu Special Drawing Rights.

Sekarang ini, kurs 1 SDR sama dengan USD 1,5. Jadi bila dikonversi ke dalam mata uang Rupiah menjadi sebesar Rp 20.250 (asumsi 1 USD = Rp 13.500).

Asuransi Penggantian Bertahap

Form klaim asuransi

Insurance Quotes

Berdasarkan Konvensi Montreal, pemberian santunan dari pihak maskapai kepada penumpang terbagi atas 2 tahap.

Tahap Pertama

Pihak maskapai wajib membayar ganti rugi sampai SDR 100 ribu atau sekitar Rp 1,725 miliar. Jumlah tersebut bisa berlaku kalau si korban meninggal dunia atau mengalami luka serta mendapat cacat tetap.

Ingat, penggantian tahap pertama ini sifatnya wajib! Jadi pihak maskapai tidak boleh mengajukan keberatan atau banding.

Tahap Kedua

Di bagian ini, pihak perusahaan diharuskan memberikan biaya hidup keluarga penumpang yang ditinggalkan. Hal ini ditujukan sebagai bentuk iktikad baik maskapai terhadap mereka.

Sebagai contoh, pada kasus jatuhnya pesawat Air France 447 di Samudra Atlantik pada 1 Juni 2009. Perusahaan memberikan tambahan santunan penggantian sebanyak USD 25 ribu atau Rp 287,5 juta.

Namun, berbeda dengan tahap pertama, kali ini maskapai memiliki hak untuk menolak memberi biaya hidup kalau bisa membuktikan diri tidak bersalah atas insiden jatuhnya pesawat mereka.

Biaya Penggantian Barang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Konvensi Montreal juga mengatur tentang penggantian atas barang milik penumpang. Di mana, pihak perusahaan penerbangan wajib mengganti barang yang diangkut pesawat jika hilang, rusak, atau terlambat datang.

Baca Juga: Gak Perlu Takut, 9 Tips Aman Naik Pesawat Yang Baru Pertama Kali

Jumlah yang wajib dibayar itu adalah SDR 17 per kilogram atau sekitar Rp 293 ribu.
Jadi, bila barang yang hilang sebanyak 10 kilogram, maka Anda seharusnya mendapat penggantian hingga Rp 2,93 juta.

Bagaimana Dengan Asuransi Pesawat di Indonesia?

Klaim Asuransi kecelakaan

Member Benefits

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Julian Noor, ada beberapa asuransi yang akan melindungi penumpang dan maskapai bila pesawat mengalami kecelakaan. Dari pihak korban, proteksi yang diperoleh rupanya menjadi santunan wajib dari PT. Jasa Raharja.

Nilai pemberian pertanggungan dari Jasa Raharja sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi korban. Noor menyebutkan, penumpang bisa mendapatakan dana sampai Rp 25 juta per orang kalau mengalami luka. Sementara untuk yang meninggal atau cacat tetap nilainya akan lebih tinggi yaitu Rp 50 juta.

Selain dari Jasa Raharja, penumpang juga wajib menerima penggantian dana tambahan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 mengenai Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Undang-Undang tersebut pernah diberlakukan ketika kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet100 (SSJ-100) jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat pada 9 Mei 2012 silam.

Kabarnya, nilai pertanggungan yang diterima sebesar Rp 1,25 miliar per orang jika kondisinya meninggal dunia. Namun, mengingat seluruh penumpang SSJ-100 tewas, maka mereka semua menerima dana penggantian dalam jumlah yang sama.

Ketentuan Klaim Asuransi Kecelakaan Pesawat

Asuransi cacat tubuh

Health Markets

Mengenai ganti rugi ini diatur dalam pasal 141 ayat 1 No.1 tahun 2009 tentang penerbangan (UU Penerbangan):

“Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara.”

Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan untuk klaim ganti rugi pada korban kecelakaan pesawat:

1. Penumpang Meninggal

Penumpang pesawat yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp1,25 miliar setiap penumpang.

Sedang jika penumpang meninggal di luar pesawat (saat meninggalkan ruang tunggu bandara ke pesawat atau saat turun dari pesawat ke ruang kedatangan bandara tujuan dan/atau bandara transit), diberikan ganti rugi sebesar Rp500 juta untuk setiap penumpang.

2. Penumpang Cacat Tetap

Bagi penumpang yang dinyatakan cacat tetap oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 hari kerja sejak terjadinya kecelakaan, korban diberikan ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar untuk setiap penumpang.

Cacat tetap adalah kehilangan atau menyebabkan tidak berfungsinya salah satu anggota badan atau yang mempengaruhi aktivitas secara normal seperti hilangnya tangan, kaki, atau mata. Termasuk dalam pengertian cacat tetap adalah cacat mental.

3. Cacat Tetap Sebagian

Cacat tetap sebagian adalah kehilangan sebagian dari salah satu enggota badan, namun tidak mengurangi fungsi dari anggota badan tersebut untuk beraktvitas seperti hilangnya salah satu mata, salah satu lengan mulai dari bahu, salah satu kaki. Untuk ganti rugi nya, setiap korban berhak mendapat asuransi sebesar Rp 150 juta.

4. Ahli Waris

Untuk setiap keluarga yang di tinggalkan korban sebagai akibat kejadian kecelakaan pesawat dapat melakukan penuntutan ke pengadilan untuk mendapatkan ganti kerugian tambahan selain ganti kerugian yang telah ditetapkan.

Kesimpulan

Dengan gambaran pertanggungan asuransi tersebut, sudah tahukan bagaimana pentingnya layanan perlindungan ini bagi perjalanan udara Anda? Bayangkan, bila anggota keluarga ada yang menjadi korban, betapa besar kerugian yang diterima.

Apalagi kalau yang mengalaminya adalah orang yang menghidupi keluarga, tentu pemberian santunan ini bisa sangat berguna karena bisa dijadikan penjamin masa depan Anda. Tentunya bila dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Source: KreditGoGo
Editor : Agus Rindaman

Show All
Advertisement
Slot iklan insuara

Editor Pick’s

Newsteller

Berlangganan GRATIS di insuara.com untuk mendapatkan update artikel menarik setiap harinya:

Trends

Lifestyle

To Top