Connect with us

Inspiration

6 Cara untuk Menjaga Jemaat Kembali ke Gereja

Avatar

Published

on

6 Cara untuk Menjaga Jemaat Kembali ke Gereja
Proteologia

insuara.com – Liburan seperti Paskah dan Natal sering kali ketika pendeta dan jemaat fokus tidak hanya pada Yesus, tetapi juga pada potensi peningkatan pengunjung. Semuanya ekstra-spesial pada hari-hari itu. Ada program khusus, ibadah berbeda dari biasanya, Tetapi apa yang terjadi ketika liburan telah berlalu? Bagaimana kami dapat mendorong pengunjung untuk kembali setiap hari Minggu?

Baca Juga: https://www.insuara.com/2018/05/Mengapa-kita-harus-bersaat-teduh-pada-Tuhan.html

Saya menjadi seorang Kristen pada usia 22 tahun. Saya tidak memiliki keinginan nyata untuk Tuhan tetapi ketika saya mendengar Injil dan menyerahkan hidup saya kepada Dia, saya tetap tinggal. Berikut adalah beberapa alasan yang saya pikir dapat menarik jemaat untuk kembali rutin pergi beribadah di Gereja:

1. Mengkhotbahkan Injil setiap Minggu

6 Cara untuk Menjaga Jemaat Kembali ke Gereja

Pendeta dapat datang dengan segala macam program dan gimmick untuk menghibur jemaat mereka tetapi tidak satupun dari hal-hal itu akan mengubah jiwa. Jangan salah paham, Tuhan dapat menggunakan hal-hal itu, tetapi pada akhirnya apa yang akan membuat pengunjung kembali adalah Injil.

Ini adalah Kabar Baik yang menyelamatkan dan itu adalah Injil yang perlu kita dengar berulang kali. “Jadi, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran melalui firman Kristus” ( Roma 10:17 ).

2. Memberitakan Firman Dengan Setia

Hal lain yang membuat saya kembali adalah melihat Alkitab terbuka, pengajaran, dan khotbah. Ini mirip dengan alasan nomor satu. Kita perlu mendengar Firman dikhotbahkan dan Firman Tuhanlah yang akan membuat jemaat kembali.

3. Pikirkan Secara Penginjilan

Minggu tampaknya menjadi salah satu hari yang di gunakan untuk libur dan beristirahat, Dalam (Mat 28: 19) Kita dipanggil untuk pergi dan menjadikan murid dari semua bangsa dan mengajar mereka. Kita tidak bisa melakukan itu jika kita tidak memikirkan orang lain pada hari Minggu pagi.

Baca Juga: 5 Hal Kenapa Kita Harus Menjalin Persahabatan Dengan Yesus

Berdoalah secara aktif agar Tuhan membantu Anda memikirkan bagaimana Anda dapat mengasihi dan melayani tetangga Anda pada hari Minggu itu. Tetangga Anda mungkin hanya menjadi pengunjung untuk pertama kalinya.

4. Ramah

Keramahtamahan membutuhkan kesengajaan dan perhatian dan harus dimulai dengan fokus ke luar pada orang lain. Ini bisa sesederhana menyapa seseorang yang ada di rumah Anda. Jika Anda makan siang setelah gereja, undang tetangga Anda untuk bergabung. Memperluas cinta dan perhatian sejati menampilkan kasih Kristus kepada pengunjung. Sebagaimana Ibrani 13: 2 menasihati kita, “Jangan lalai menunjukkan keramahan kepada orang asing, karena demikian beberapa orang telah menghibur malaikat tanpa disadari.”

5. Tindak Lanjut

Sebagian besar gereja memiliki kartu tempat tamu diundang untuk membagikan informasi kontak. Jangan lupa untuk benar-benar menghubungi tamu Anda. Sahabat saya menjadi seorang Kristen setelah menghadiri acara di mana dia mendengar Injil.

Tetapi itu bukan peristiwa yang Tuhan gunakan pada akhirnya membawanya kepada Kristus, itu adalah panggilan tindak lanjut dari seorang anggota yang kemudian sekali lagi membagikan Kabar Gembira bersamanya. Kita tidak akan tahu bagaimana keramahan kita atau bahkan penginjilan kita akan mempengaruhi orang lain.

6. Menyambut Rasa Sakit

Gereja kita seharusnya menjadi tempat di mana orang-orang yang berjuang, terpinggirkan, terluka, dan dalam dosa harus disambut baik. Mereka harus disambut sedemikian rupa sehingga oleh kasih karunia Allah mereka dapat dirawat dan dipulihkan.

Ini berarti menjadi tempat yang tidak menunjukkan keberpihakan ( Yakobus 2 ). Itu berarti menjadi tempat yang tidak melempar batu tetapi berusaha untuk memperluas kasih karunia dan kebenaran ( Yohanes 8: 7 ) Itu berarti menjadi tempat di mana orang berdosa datang untuk mencari istirahat dan cinta.

Kesimpulan

Pada akhirnya, tugas kita adalah mempercayai Tuhan dan berdoa bagi mereka yang berkunjung. Ini bukan tentang angka, ini tentang jiwa yang mengenal Yesus. Jadi, setiap kali kita berpikir tentang retensi kita tidak boleh fokus pada angka dan berapa banyak mengisi bangku jemaat gereja, tetapi pada Yesus dan proklamasi Injil.

Dan kita semua harus berdoa agar seperti Gereja Abad Pertama dalam Kisah Para Rasul Tuhan akan menambah jumlah hari kita hari demi hari untuk orang-orang yang diselamatkan ( Kis. 2:47 ).

Editor   : Admin
Writter : Trillia Newbell

Trillia Newbell adalah seorang istri, ibu, dan penulis yang mencintai Yesus. Dia adalah penulis United: Tertangkap oleh Visi Tuhan untuk Keanekaragaman (Moody, 2014). Anda bisa mengikutinya di Twitter.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Editor Pick’s

Newsteller

Berlangganan GRATIS di insuara.com untuk mendapatkan update artikel menarik setiap harinya:

Lifestyle

Trends

To Top