Connect with us

Business

Sudah Tahu? 5 Startup Unicorn Indonesia di Kancah International

Azlan Ravindra

Published

Live Mint

Belakangan ini istilah Unicorn semakin ramai di perbincangkan. Berawal dari pertanyaan Presiden Joko Widodo dalam debat capres putaran ke dua kemarin.

Sebagai anak muda Indonesia, kita harus tahu apa dari istilah tersebut, karena hal ini akan berkaitan dengan kemajuan teknologi di negeri kita.

Apa itu Unicorn, Decacorn dan Hectocorn?

Sebagian orang banyak yang tidak tahu mengenai istilah dari Unicorn, masyarakat mengira unicorn itu adalah kuda putih bertanduk dengan warna-warna warni, padahal istilah Unicorn yang di maksud ialah perusahaan rintisan swasta (Startup) yang memiliki nilai kapitalisasi lebih dari 1 miliar dolar.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh investor pendiri Cowboy Ventures, Aileen Lee, dalam artikel nya “Welcome to The Unicorn Club” yang terbit di Techcrunch tahun 2013.

Selain Unicorn ada juga istilah Decacorn yang berarti status tingkat lanjut yang diberikan kepada startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar dolar dan Hectocorn yang ditujukan untuk perusahaan rintisan dengan angka valuasi lebih dari 100 miliar dolar.

Berikut 5 Startup Unicorn Indonesia yang Mewakili Asia Tenggara

Startup adalah perusahaan swasta berbasis online yang sedang berkembang, lebih identik dengan bisnis yang berbau teknologi, web, internet dan semua yang berhubungan dengan ranah tersebut.

Untuk saat ini, Negara kita sudah memegang 4 dari 7 Startup Unicorn di Asia Tenggara. Pencapaian ini tentu akan berdampak positif bagi negara kita sekaligus membangkitkan ekonomi dari masyarakat.

Menjelang pertengahan tahun 2019 ini, Indonesia dikabarkan memiliki 5 Startup yang akan masuk dalam daftar Unicorn terbesar di asia tenggara.

1. Gojek

Gojek menjadi startup unicorn pertama di Indonesia

Branding Asia

Gojek adalah startup pertama yang berhasil menyabet gelar Unicorn di Indonesia. Perusahaan transportasi berbasis online ini di didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010 silam.

Pada tahun 2017, Gojek memperoleh suntikan dana tambahan senilai $1,2 miliar dari Tencent Holding dan JD.com. Alhasil total pendanaan yang diterima Gojek mencapai $1,7 miliar dan menjadikan Gojek Unicorn dengan nilai kapitalis tertinggi saat ini.

2. Tokopedia

Tokopedia adalah startup unicorn kedua di Indonesia

Futureloka

Startup kedua yang mendapat gelar Unicorn di Indonesia ialah Tokopedia. Bergerak di bidang layanan online market place nomor satu di Indonesia dengan omset triliunan rupiah tiap bulan nya.

Pada tahun 2017, Tokopedia menerima suntikan dana dari Alibaba sebesar $1,1 miliar. Jika di total secara keseluruhan, Tokopedia memperoleh total pendanaan sebesar $1,347 miliar. Ini membuat Tokopedia berada di urutan kedua Startup Unicorn di Indonesia.

3. Traveloka

Startup unicorn traveling adalah traveloka

Tribun Style

Bisnis yang didirikan oleh Ferry Unardi ini bergerak di bidang pelayanan jasa traveling seperti pemesanan tiket pesawat, kereta api dan hotel. Perusahaan ini sukses menjadi Startup Unicorn Indonesia setelah berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti Expedia, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, Sequoia Capital, dan beberapa investor lain.

Total investasi yang diterimanya hingga kini senilai US$500 juta atau Rp6,75 triliun. Terlepas dari itu, layanan Traveloka kini tidak hanya dapat dinikmati di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

4. Bukalapak

Bukalapak menjadi startup ecomerse kedua di Indonesia

Dealstreet Asia

Startup E-comerse yang juga mendapat atribut Unicorn ialah Bukalapak. Layanan market place ini teebilang lambat berkembang di banding rekan nya Tokopedia. Hal ini karena Bukalapak lebih mengutamakan investor dalam negeri.

Meski terlihat tidak terlalu gencar mencari pendanaan, Bukalapak terakhir kali mendapat putaran pendanaan Series C pada 17 November 2018. Salah satu pendaan terbesar nya dari EMTEK Group di tahun 2015.

Selain EMTEK Group, Bukalapak juga memiliki 500 Startups, GREE Ventures, dan Queens Bridge Venture Partner sebagai investornya, dengan total pendaan mencapai penilaian lebih dari 1 miliar Dollar Amerika Serikat.

5. Modalku

Modalku adalah startup unicorn di bidang fintech

Glints

Saat ini hanya ada 4 Startup Indonesia yang di resmi mendapat gelar Unicorn, namun kedepan nya di pastikan Indonesia akan mendapat 1 Startup lagi yang di pastikan masuk dalam jajaran Startup Unicorn.

Salah satu Startup yang di gadang-gadang akan masuk dalam daftar Unicorn dalam Konferensi Internasional NextICorn (Next Indonesian Unicorns) di Bali (8/5/2018) ialah Modalku.

Mereka adalah perusahaan rintisan (startup) teknologi keuangan (Fintech) yang bergerak di bidang peer-to-peer landing yang didirikan oleh Reynol Irsian Wiajaya bersama rekan nya.

Sejak didirikan pada tahun 2016, Modalku juga telah berhasil meraih funding series A dan B terbesar di Asia Tenggara sebesar Rp 100 Miliar dan Rp 350 Miliar yang didukung oleh Softbank Ventures Korea, Seqouia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, dan Golden Gate Ventures.

Kesimpulan

Perkembangan Startup di Indonesia sangat membanggakan, pasal nya setiap tahun ada ratusan Startup yang terus bermunculan. Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 Startup lokal yang ada di Indonesia.

Hanya saja Startup ini perlu dukungan dan dorongan untuk terus maju supaya Startup ini memiliki nilai potensial dan mampu bersaing di kancah international.

Kemajuan teknologi menjadi faktor penting dari perkembangan sebuah Startup, infrastruktur yang memadai dan koneksi jaringan internet yang merata akan membantu pihak Startup untuk terus berkembang.

Show All
Advertisement
Slot iklan insuara

Editor Pick’s

Newsteller

Berlangganan GRATIS di insuara.com untuk mendapatkan update artikel menarik setiap harinya:

Trends

Lifestyle

To Top